Rabu, 11 September 2013

Gambar Perspektif

Merancang Benda 3 Dimensi Dengan Metode Gambar Perspektif 

                    Ide atau gagasan kreatif seseorang perlu divisualisasikan /diperlihatkan. Oleh karena itu diperlukan bahasa gambar.Ada banyak metode gambar untuk memvisualisasikan ide/gagasan, salah satunya adalah dengan metode gambar persektif.
                  Gambar perspektif terdiri dari tiga bagian yaitu perspektif satu titik lenyap, dua titik lenyap dan perspektif 3 titik lenyap. Untuk menuangkan ide/gagasan benda tiga dimensi lebih cocok menggunakan gambar perspektif 1 atau 2 titik lenyap. Bagi yang ingin mencoba menerapkan cara tersebut dapat mengikuti langkah-langkah berikut : download. (saat download setelah memasukan kode verifikasi tekan enter, jangan klik download ....)


A.     PERSPEKTIF 1 TITIK LENYAP
A.1 Langkah Umum Menggambar Perspektif 1 Titik Lenyap
1. Gambar titik lenyap dengan jarak dari tepi bawah lebih dari setengah tingggi kertas (agak ke kanan atau ke kiri)
2. Gambar penampang benda di bawah titik lenyap secara tegak lurus terhadap pandangan kita sehingga sudut obyek seperti aslinya.
3. Hubungkan setiap sudut penampang benda dengan titik lenyap.
4. Buat titik (missal titik E) yang merupakan ketebalan/kedalamann benda di garis terpendek yang menuju titik lenyap.
5. Dari titik E tarik garis vertical dan horizontal sampai menyentuh garis yang menuju titik lenyap lainnya ( missal di titik F dan H).
6. Dari titik F atau H tarik garis vertical atau horizontal menyentuh garis yang menuju titik lenyap lainnya, sehingga terbentuklah bangun tiga dimensi dengan satu titik lenyap.

A.2 Contoh Penerapan Perspektif satu titik lenyap
1.        Letakkan kertas A4  posisi horisontal.
2.        Buat titik lenyap yang letaknya 0,5 cm dari tepi atas kanan kertas.
3.        Buat titik A yang letaknya 3 cm dari tepi bawah kertas dan 9 cm dari tepi kiri kertas.
4.        Buat garis AB vertikal ukuran 9 cm.
5.        Buat garis horisontal BC dan AD ukuran 11 cm, lalu hubungkan CD.
6.        Hubungkan titik A,B,C,D dengan titik lenyap.
7.        Buat titik E yang terletak 4,5 cm dari titik B menuju titik lenyap.
8.        Buat garis horisontal dari titik E ke kanan sampai menyentuh garis CTl beri nama titik F.
9.        Buat garis vertikal ke bawah dari titik F sampai menyentuh garis DTl di titik G
10.    Buat titik I jarak 3 mm di bawah titik B, lalu tarik garis horisontal ke kanan sampai menyentuh garis CD di titik J.
11.    Dari titik J tarik garis menuju titik lenyap sampai memotong garis FG dititik K.
12.    Buat titik L jarak 1 cm sebelah kanan titik A, lalu tarik garis vertikal sampai menyentuh garis IJ dititik P
13.    Buat titik M jarak 1 cm sebelah kiri titik D, lalu tarik garis vertikal sampai menyentuh garis IJ
14.    Buat titik N jarak 8 mm sebelah kanan titik D, lalu tarik garis vertikal sampai menyentuh garis JK
15.    Buat titik O jarak 7 mm sebelah kiri titik G, lalu tarik garis vertikal sampai menyentuh garis JK
16.    Buat titik Q jarak 1,5 cm di bawah titik P, lalu tarik garis horisontal ke kanan sampai memotong garis disebelah kanannya di titik R dan menyentuh garis CD di titik S.
17.    Dari titik S tarik garis menuju titik lenyap memotong 2 garis disebelah kanannya dititik T dan U.
18.    Dari titik A dan L tarik garis  menuju titik lenyap
19.    Dari titik N tarik garis horizontal ke kiri sampai menyentuk garis L-TL di titik V.
20.    Dari titik O tarik garis horizontal ke kiri sampai memotong garis L-TL di titik  W, dan menyentuh garis A-TL dititik  X
21.    Dari titik G tarik garis horizontal ke kiri sampai memotong garis L-TL di titik  Y, dan menyentuh garis A-TL dititik  Z
22.    Dari titik V, W, X, Y tarik garis vertical ke atas sampai menyentuh garis QR.
23.    Tarik garis dari titik M menuju TL
24.    Tarik garis dari  titik potong garis yang berada di sebelah kiri titik O secara vertical ke atas sampai menyentuh garis TU.
25.    Sempurnakan obyek gambar dengan menghapus garis-garis pertolongan/selain garis benda, lalu arsirlah sehingga kesan tiga dimensi benda semakin jelas.



A.     PERSPEKTIF 2 TITIK LENYAP
Contoh Penerapan Gambar Perspektif 2 Titik Lenyap
1.        Letakkan kertas A4 horisontal, buat garis horisontal sepanjang kertas berjarak  6,5 cm dari tepi atas kertas.
2.        Buat titik TL1 di sebelah kiri dan TL 2 disebelah kanan pada garis horisontal berjarak 0,5 mm dari tepi kertas.
3.        Buat garis vertikal di bawah garis Horisontal ( cakrawala) jarak 14 cm dari tepi kiri kertas.
4.        Buat titik A pada garis vertikal jarak 3 cm dari tepi bawah kertas, lalu buat titik B jarak 7,5 cm di atas titik A.
5.        Hubungkan titik A dan B ke TL1 dan TL2.
6.        Buat titik D pada garis A-TL2 jarak 10 cm dari titik A
7.        Buat titik E pada garis A-TL1 jarak 6 cm dari titik A.
8.        Tarik garis vertikal ke atas dari titik E sampai menyentuh garis di atasnya beri nama titik F. Hubungkan titik F ke TL 2.
9.        Tarik garis vertikal ke atas dari titik D sampai menyentuh garis di atasnya beri nama titik C. Hubungkan titik C dengan TL1.
10.    Perpotongan garis F-TL1 dan C-TL2 beri nama titik H.
11.    Buat titik G jarak 3 mm di bawah titik B, hubungkan titik G dengan TL1 memotong EF dititik I dan dengan TL2 memotong CD dititik J.
12.    Buat titik K pada garis AE jarak 8 mm dari titik A, dan titik L pada garis AD jarak 9 mm dari titik A.
13.    Buat titik N pada garis EK jarak 7 mm dari titik E,dan titik M pada garis LD jarak  6 mm dari titik D.
14.    Dari titik L,K,M,N tarik garis vertikal sampai menyentuh garis di atasnya.
15.    Dari titik B ukur ke bawah 1,5 cm beri nama titik O dan hubungkan  ke TL1 dan TL 2.
16.    Hubungkan titik E, N dan K ke TL 2, titik D,L dan M ke TL1.
17.    Perpotongan garis N-TL2 dan L-TL2 beri nama titik P, tarik garis vertikal dari titik P sampai menyentuh garis O-TL1.
18.    Perpotongan garis M-TL1 dan K-TL2 beri nama titik Q, tarik garis vertikal dari titik Q sampai menyentuh garis O-TL2.
19.    Perpotongan garis M-TL1 dan N-TL2 beri nama titik R.
20.    Perpotongan garis N-TL2 dan D-TL1 beri nama titik S.
21.    Perpotongan garis E-TL2 dan M-TL1 beri nama titik T.
22.    Buat garis vertikal dari titik T,R,S ke atas sampai menyentuh garis OTL 2.
23.    Hapus garis pertolongan lalu arsir sesuai keperluan.


A.      Menggambar perspektif almari 2 pintu dan sejenisnya (benda-benda yang memiliki pembagian jarak yang sama).
1.      Gambar sebuah balok vertical dengan perspektif 2 titik lenyap.
2.      Buat garis diagonal pada permukaan vertical balok yang akan dijadikan pintu almari.
3.      Buat garis vertical yang melewati titik potong 2 garis diagonal tersebut sampai menyentuh garis atas dan bawahnya.
4.      Selesaikan detaik pintu almarinya.
B.      Menggambar perspektif almari lebih dari 2 pintu dan sejenisnya (benda-benda yang memiliki pengulangan jarak yang sama)
1.      Buat garis AB sebagai tinggi benda, hubungkan titik A dan B dengan titik lenyap 2.
2.      Buat titik D berjarak kira-kira selebar 2 pintu almari yang akan dibuat di sebelah kanan titik A.
3.      Dari titik D tarik garis vertical ke atas sampai menyentuh garis B-TL2 di titik C.
4.      Buat 2 garis diagonal pada bidang ABCD, berpotongan di titik E.
5.      Buat garis vertical melewati titik E menyentuh garis BC di titik F dan menyentuh garis AD di titik G.
6.      Tarik garis dari titik E ke TL2 memotong CD di titik H.
7.      Bidang ABFG adalah pintu 1, bidang GFCD adalah pintu 2.
8.      Perhatikan dengan teliti garis AC yang melewati titik E.
9.      Tarik garis dari titik G melewati titik H sampai menyentuh garis C-TL2 di titik I.
10.  Dari titik I tarik garis vertical ke bawah sampai menyentuh garis D-TL2 di titik J.
11.  Bidang CIJD adalah pintu 3, dan seterusnya bila ingin menambah pintu dapat dilakukan dengan menarik garis dari titik terbawah garis vertical sebelum garis terakhir melewati titik potong di garis vertical terakhir sampai menyentuh garis di atasnya lagi.
12.  Cara tersebut juga dapat diterapkan untuk menggambar gedung bertingkat pada perspektif 3 titik lenyap.
 

Senin, 17 Juni 2013

Kelas Non Reguler/Unggulan

HATI-HATI MASUK KELAS AKSELERASI

Dari : http://asosiasicibinasional.wordpress.com/2013/06/12/hati-hati-masuk-kelas-akselerasi/
Sejak RSBI/RMBI dinyatakan terlarang atau bubar oleh Mahkamah Konstitusi pada awal tahun 2013, banyak sekolah/madrasah pelaksana RSBI/RMBI kebingungan untuk mengembangkan layanan unggulan di sekolah. Pada tahun 2010, Direktorat PSMP pernah mengeluarkan surat larangan kepada SMP yang menjadi rintisan RSBI untuk menutup semua program-program unggulan yang ada termasuk AKSELERASI. Asosiasi CI+BI Nasional kemudian merespon surat larangan tersebut dengan menulis kepada Direktur PSMP Kemendiknas dan Dirjen Dikdasmen (waktu itu), yang mempertanyakan keluarnya larangan tersebut dan meminta berdialog.
Dalam dialog tersebut diperoleh temuan bahwa Direktur PSMP tidak memahami dengan benar apa yang dimaksud dengan AKSELERASI dan beliau menerima informasi yang salah dari seorang oknum konsultan yang bernama KH. KH ini juga merupakan adik dari ESY konsultan pada direktorat yang lain, yang juga menginginkan supaya AKSELERASI dibubarkan dengan mengganti menjadi istilah kelas CI atau kelas CI Inklusi. Alhamdulillah sebagian sekolah masih menyadari surat yang keliru itu, dan tetap membuka layanan akselerasi.
Dalam perjalanannya kemudian, ternyata justru RSBI/RMBI yang dibubarkan dan dinyatakan terlarang berdasarkan keputusan Mahkamah KOnstitusi. Munculnya larangan ini membuat sekolah yang punya RSBI melirik AKSELERASI sebagai produk unggulan mereka. Sehingga berlomba-lombalah mereka membuka kelas AKSELERASI, meskipun mereka tidak paham konsep dan bagaimana layanan AKSELERASI dilakukan. Di sebuah kota di Pulau Jawa, sempat walikotanya mengeluarkan larangan membuka kelas aksel di sekolah-sekolah. Tapi kemudian pada awal bulan Juni 2013, justru di kota tersebut didorong untuk membuka kelas AKSELERASI.
Maraknya keinginan sekolah/madrasah untuk membuka layanan AKSELERASI di satu sisi perlu disambut dengan baik, karena memang jumlah sekolah/madrasah yang memberikan layanan ini masih sangat mini, baru mampu menambung sekitar 1% anak usia sekolah yang berpotensi CI+BI. TETAPI jika pemberian layanan dilakukan oleh orang-orang yang tidak paham tentang konsep, kurikulum, pembelajaran, penilaian dan cara pengelolaan program, maka program ini akan sekedar mempercepat penyelesaian studi, tanpa masuk pada hal yang substantive.
Pada sekolah/madrasah yang sekarang ini berjalan saja, masih sedikit yang guru pernah diberikan pelatihan dan bekerja untuk menyusun kurikulum diferensiasi dan pengelolaan AKSELERASI. Di Sumatera Barat, yang pernah berworkshop layanan AKSELERASI adalah SMA Don Bosco Padang, di Jakarta adalah SMAN 81,di Jawa Barat, antara lain: SMPN 1 Tasikmalaya, SMPN 1 Pangandaran dan SDN 07 Ciamis. Di Jawa Tengah antara lain: SMA YSKI Semarang, MTs Assalam Solo, SMAN 1 Purwokerto, SMPN 3 Cilacap. di Jawa Timur : MTs Sumber Bungur di Pamekasan Madura, MTs Denanyar di Jombang, dan MTs Pajarakan di Probolinggo. Di banten: SDI Al Azhar Serpong dan SMP al Azhar Serpong.
Guru yang tidak pernah mendapatkan pelatihan dalam memberikan layanan akselerasi akan berimplikasi mereka memberikan layanan yang keliru dan justru menjadikan anak memiliki beban belajar yang sangat berat.
Oleh karena itu, masyarakat yang ingin memasukan anaknya ke layanan AKSELERASI harus mengecek betul kesiapan sekolah/madrasah tersebut. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian orang tua yang akan memasukan anaknya ke kelas aksel adalah:
1. Apakah sekolah/madrasah yg bersangkutan telah memiliki ijin membuka kelas aksel. Jika sekolah tidak memiliki ijin, maka keberadaan layanan akselerasi tidak akan diakui dan berakibat siswa tidak bisa ikut ujian nasional maupun ujian masuk perguruan tinggi.
2. Apakah sekolah/madrasah sudah menyusun kurikulum diferensiasi dan melatih guru untuk melakukan pembelajaran dan penilaian yang sesuai karakteristik layanan akselerasi
3. Apakah putra bapak/ibu memiliki IQ min. 130 dengan skala weschler, yang diuji oleh psikolog dari perguruan tinggi dan biro psikologi yang terakreditasi oleh BNSP?…jika ternyata putra bapak/ibu memiliki IQ di bawah 130, jangan menerima tawaran itu, karena berisiko putra bapak/ibu tidak bisa mengikuti ujian nasional.
4. Para orang tua jangan mau anaknya dilatih terlebih dahulu sebelum mengikuti psikotes. Karena psikotes bukan seperti ujian yang mencari nilai setinggi-tingginya, tetapi psikotes merupakan cara untuk mengetahui seorang anak, apakah mereka tepat untuk mengikuti program AKSELERASI, atau lebih tepat di program regular.
5. Jangan ragu bertanya kepada Asosiasi CI+BI Nasional terkait dengan layanan akselerasi.
Apabila orang tua/masyarakat bersikap kritis dan mau melakukan pengecekan dengan benar, Insya Allah mereka akan terhindar dari layanan AKSELERASI yang tidak sesuai. Dengan ini pula, eksistensi layanan AKSELERASI akan dapat dijaga dari gangguan dan rongrongan segelintir orang yang ingin mengambil keuntungan materi dari layanan AKSELERASI, tetapi melanggar hal-hal yang mendasar. Sehingga dapat berimplikasi menguatnya sebagian kecil orang yang menghendaki layanan AKSELERASI dibubarkan.
Salam.
Amril Muhammad

Ujian Nasional 2013 untuk anak kelas akselerasi

Dari : http://asosiasicibinasional.wordpress.com/2013/02/14/ujian-nasional-2013-untuk-anak-kelas-akselerasi/
Pada bulan Januari 2013, BSNP telah mengeluarkan prosedur operasional standar (POS) tentang ujian nasional bagi siswa di SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. POS ini setiap tahun dikeluarkan oleh BSNP sebagai panduan penyelenggaraan ujian nasional di sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia. Tapi ada yang berbeda pada tahun ini, terkait dengan  peserta UN untuk siswa dari kelas Aksel. Pada hal 17  dijelaskan tentang persyaratan untuk mengikuti UN. dalam point e disebutkan bahwa “Peserta didik yang dapat menyelesaikan studinya selama 2 (dua) tahun dalam program akselerasi atau SKS harus menunjukkan bukti-bukti yang menunjukkan kemampuan istimewa yang dibuktikan dengan kemampuan akademik dari pendidik dan Intelligence Quotient (IQ) ≥ 130 (seratus tiga puluh) yang dinyatakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program studi psikologi terakreditasi atau lembaga psikologi lain yang direkomendasi BSNP; Aturan ini berartinya siswa aksel yang tidak memiliki IQ dibawah 130 tidak diperkenankan untuk ikut UN….
Asosiasi CI+BI Nasional telah lama mensinyalir beberapa sekolah/madrasah memasukan anak yang tidak memenuhi kualifikasi ke dalam kelas Aksel. hal itu bukan saja melanggar aturan tetapi merusak masa depan anak-anak itu. setiap anak punya tempat yang sesuai dengan kemampuannya, dan bukan dipaksakan sekedar memenuhi keinginan guru dan orang tua. Oleh karena itu kami sngat mendukung ketentuan UN yang diterbitkan oleh BSNP. Dengan demikian layanan aksel yang ditujukan untuk anak CI+BI akan makin terjaga dari upaya-upaya merusaknya. Namun demikian, kami juga masih ada kekhawatiran jika sekolah/madrasah tertentu melakukan rekayasa dengan cara mengubah skor IQ siswa atau mencari oknum PT tertentu mengadakan psikotes yang hasilnya bisa dirrekayasa. semoga kekhawatiran ini tidak terwujud, karena sayang sekali jika ada perguruan tinggi yang melakukan tidak semacam itu, yg tidak menjaga integritas dan profesionalisme akademisnya.
semoga aturan ini menyadarkan para pengelola aksel di sekolah/maddrasah untuk meluruskan niatnya dalam memberikan layanan akselerasi dan memasukkan anak yag memang sesuai kualifikasi. Salam. Amril Muhammad


Kelas akselerasi terancam dibubarkan
Dari : http://nasional.sindonews.com/read/2013/05/11/15/747484/kelas-akselerasi-terancam-dibubarkan
Sabtu,  11 Mei 2013  −  00:52 WIB
Kelas akselerasi terancam dibubarkan
Ilustrasi.Okezone
Sindonews.com - Pemerintah akan mengevaluasi keberadaan kelas akselerasi. Ada kemungkinan kelas ini akan ditutup karena diduga hanya menjadi proyek.

Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, kelas akselerasi yang dibuka sejak tahun 2000an ini memang belum pernah dievaluasi.

"Pada awalnya adanya kelas akselerasi ini untuk menjaring anak yang berbakat khusus untuk dioptimalkan potensinya. Namun seiring berjalan makin banyak sekolah yang membuka kelas khusus ini," ujar Hamid ketika dihubungi Koran Sindo, Jumat (10/5/2013).

Kemendikbud juga mengkhawatirkan makin menjamurnya sekolah yang membuka kelas akselerasi ini tidak diikuti dengan kualitas. Namun hanya sebatas proyek karena anak-anak yang masuk kelas ini ada yang dikenakan biaya lebih tinggi dari yang lain.

“Kami harus melakukan evaluasi. Agar kelas akselerasi ini tidak dijadikan proyek semata,” katanya.

Hamid melanjutkan, evaluasi ini juga perlu dilakukan terkait standar IQ (intelligence quotient) atau tingkat kecerdasan yang digunakan sekolah berbeda-beda.

Ada sekolah yang meluluskan anak dengan IQ 130 namun ada juga yang memakai standar 125. Kemendikbud juga mengkhawatirkan adanya manipulasi IQ agar siswa yang masuk kelas akselerasi semakin banyak.

“Untuk menentukan IQ itu kan harus dari lembaga psikologi yang kredibel. Kalau sekolah yang di pelosok kan saya tidak tahu,” ujarnya.

Hamid mengungkapkan, meskipun tanggung jawab dan anggaran untuk kelas akselerasi ini ada di pemerintah provinsi. Namun evaluasinya akan dilakukan Kemendikbud bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Apakah kelas akselerasi ini akan ditutup, Hamid menuturkan, hasilnya akan diketahui setelah evaluasi selesai.

Diketahui, kelas akselerasi merupakan amanah dari UU Sistem Pendidikan Nasional No 20/2003 Pasal 5 Ayat 4 tentang Anak Cerdas Berbakat Istimewa.

Dalam program akselerasi, masa tempuh sekolah dapat lebih cepat. SMP atau SMA yang biasanya tiga tahun dapat ditempuh dengan dua tahun saja. Begitu juga dengan sekolah dasar yang enam tahun dapat ditempuh dalam lima tahun saja.
 (lns)

Selasa, 12 Februari 2013

LUKIS KACA


MELUKIS PADA PERMUKAAN KACA
                                                            Oleh : Nurhadi, S.Pd.
Melukis pada permukaan kaca berbeda dengan lukis kaca pada umumnya.... Pada lukis kaca cat dilukiskan dari bagian belakang kaca dan keindahannya dinikmati dari depan atau arah sebaiknya, sehingga bila ada unsur obyek lukisan yang memiliki arah hadap tertentu pelukis harus melukisnya dengan arah hadap yang berkebalikan. Selain itu juga susunan warna yang saling tumpang tindih urutannya harus dimulai dari warna yang paling depan. Lukis kaca tradisional paling populer berasal dari Jawa Tengah dengan obyek wayang dan dari Cirebon Jawa Barat dengan motif mega mendung. Kaca memiliki sifat fisik antara lain : kaku, rata, halus dan licin, tembus cahaya, mudah pecah, tajam pada bagian sudutnya. Sifat atau karakter kaca tersebut dimanfaatkan pada lukis kaca konvensional untuk menghasilkan lukisan yang lebih indah dinikmati dari balik bidang lukis. Tetapi bagi sebagian orang (seniman ) teknik ini menjadi kesulitan tersendiri disebabkan antara lain : 1) warna harus dimulai dari yang paling depan 2) Cat tidak boleh terlalu encer 3) Obyek dengan arah hadap tertentu harus dilukis sebaliknya. Oleh karena itu dikembangkan lukis kaca yang mampu mengurangi tingkat kesulitan tersebut dengan cara melukis pada permukaan kaca dan dilihat dari arah sang pelukis. Disamping itu juga dengan mengadopsi teknik pewarnaan gaya lukis kaca Cirebon yaitu gradasi warna dan dipadukan dengan outliner dari bahan timbul. Dengan kreasi ini diharapkan lukis kaca menjadi mudah dipelajari terutama bagi pemula. Salah satu kreasi lukis pada permukaan kaca adalah seperti uraian berikut : A. Bahan 1. Kaca polos dengan ketebalan 3 mm yang sudah dibersihkan 2. Kertas gambar untuk membuat sketsa. 3. Pasta Clay Tepung ( Tepung terigu, lem PVAc/Kayu, natrium benzoat/pengawet) 4. Cat besi/kayu ( warna primer dan putih / sesuai rancangan warna) 5. Tiner B / B Spesial ( untuk mengencerkan cat) 6. Cat Clear sebagai pelindung warna. 7. Pigura B. Alat 1. Pensil, penghapus, penggaris (untuk membuat sketsa). 2. Isolasi atau double tape (untuk menempelkan sketsa pada belakang kaca) 3. Gelas/mangkok kecil, stick kayu (untuk membuat adonan pasta clay ). 4. Kantong plastik tebal / botol plastiki kecap kecil dengan tutup kerucut ( untuk menampung pasta clay dan melukiskannya pada kaca/ membuat outliner ). 5. Isi cutter / sepotong plat kecil ( misal plat penyangga obat nyamuk bakar) untuk merapikan outliner. 6. Palet / gelas plastik untuk mengencerkan dan mencampur cat sebelum dituangkan ke kaca yang telah diberi outliner. 7. Kuas ( untuk meratakan cat pada bagian sudut sempit ) 8. Gergaji, palu, meteran, siku tukang ( untuk membuat pigura ) C. Proses Pembuatan 1. Buat sketsa pada kertas yang seukuran dengan kaca. Rancangan warna merupakan komposisi warna gradasi bertingkat seperti gaya lukis kaca cirebon yang dilengkapi garis batas yang tebal untuk setiap perbedaan tingkatan warna. Sketsa dapat dibuat secara manual/digambar langsung maupun dibuat dengan komputer. 2. Letakkan sketsa dibawah kaca dan isolasi disalah satu sisi kaca, lalu letakkan pada meja yang datar/rata. 3. Membuat pasta clay tepung : a. Ambil segumpal lem PVAc/kayu lalu masukkan ke dalam botol bekas air mineral dan tambahkan sedikit air kemudian kocok sampai menjadi seperti susu kental/bubur encer. b. Tuangkan setengah gelas lem yang telah diencerkan kedalam mangkok/gelas lalu tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai menjadi pasta clay (seperti pasta gigi). c. Tambahkan pewarna (Cat air/poster/tinta) sampai warna outliner yang diinginkan tercapai. d. Masukkan ke dalam plastik / botol plastik kecap dan tutup dengan kerucutnya. e. Sebelum digunakan gunting pada sudut plastik / ujung kerucut botol kecap plastik. 4. Bersihkan permukaan kaca lalu Lukiskan outliner pada kaca sesuai garis sketsa yang tampak sampai seluruh garis tertutupi oleh outliner. 5. Rapikan outliner dan pastikan seluruh tingkatan warna dikelilingi outliner / tidak ada garis outliner yang putus termasuk sepanjang tepi kaca. 6. Tunggu sampai outliner agak mengeras dengan cara dijemur. Saat menjemur pastikan tidak ada kotoran yang mengenai kaca lukis. 7. Mewarnai karya : a. Tuangkan cat putih pada gelas dan encerkan dengan tiner bila perlu. b. Tuangkan warna putih pada bagian-bagian lukisan yang berwarna putih. c. Ratakan cat pada dengan cara menggoyang kaca perlahan atau dengan menggunakan kuas pada sudut-sudut yang warnanya belum rata. d. Tambahkan sedikit demi sedikit warna primer/sekunder pada sisa warna pada gelas untuk membuat gradasi warna kemudian tuangkan pada kaca sesuai rancangan warna yang diinginkan sampai seluruh bidang kaca tidak ada yang kosong. e. Biarkan warna mengering (lebih kurang 6 jam / tergantung kualitas cat dan tiner yang digunakan untuk mengencerkan cat) 8. Finishing : a. Semprotkan cat warna bening / clear secara merata pada permukaan lukisan dan biarkan kering ( lebih kurang 30 menit ). b. Setelah kering perhatikan karya lukis kaca dari arah depan dan belakang secara teliti, putuskan dari arah mana karya tampak lebih indah. c. Bila karya tampak lebih indah dilihat dari arah saat melukis maka lukisan dapat langsung dipigura. d. Bila karya tampak lebih indah dari arah berlawanan saat melukis, maka lapisi bagian yang di cat dengan triplek atau karton lalu baliklah dan pigura. Downlods selengkapnya ... Lukis Kaca

Selasa, 22 Januari 2013

POS UN 2013

          POS UN  atau prosedur operasional standar adalah pedoman pelaksanaan ujian nasional bagi sekolah penyelenggara. Mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK sampai saat ini belum ada yang menerimanya. Pada pelaksanaan UN tahun-tahun sebelumnya Peraturan Menteri / Permendikbud / Permendiknas tentang penyelenggaraan sebagai salah satu landasan hukum pelaksanaan UN selalu turun pertengahan bulan Desember tahun sebelumnya. Kemudian menyusul POS dan pedoman teknis pelaksanaannya.
            Akibatnya agak mengganggu persiapan sekolah / madrasah dalam menyiapkan anak didiknya untuk menghadapi UN. Belum lagi ditambah dengan dampak putusan MK tentang pembubaran RSBI, shingga sekolah-sekolah yang berlabel RSBI / SBI semakin terpecah konsentrasinya. Semoga pemerintah dapat segera memberi solusi atas masalah ini agar tidak ada lagi hambatan dalam membina anak bangsa calon penerus kita. amien
1. Downloads  POS 2013 : Draft POS UN 2013
2. Downloads Presentasi Draft POS 2013 : Presentasi Draft POS UN 2013
3. Downloads Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 tahun 2013 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah / Madrasah / Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional : Permendikbud Nomor 3 tahun 2013
Untuk POS Menunggu dari BNSP.
4.Downloads Peraturan POS UN SMP/MTs SMA/MA SMK 2013 : Peraturan POS UN SMP/MTs SMA/MA SMK 2013
5. Downloads Peraturan POS UN SD 2013 : Peraturan POS UN SD 2013
6. Downloads Presentasi Draft POS 2013 : Tata Tertib Pengawas UN 2013
7. Downloads Pedoman Teknis UAS SMA 2013 wilayah Jawa Timur, duuuh panitia mulai ketar-ketir sebab sampai hari ini belum ada Pedoman Teknis Ujian Sekolah Untuk SMA Jawa Timur tahun 2013. Tak ada rotan akar pun jadi, bagi teman-teman sesama panitia Ujian Sekolah SMA di Jawa Timur mungkin yang satu ini bisa jadi pedoman sementara sampai yang resmi terbit : Draft Pedoman Teknis UAS SMA Jawa Timur 2013
Key words : Kriteria Kelulusan UN 2013, POS UN 2012/2013, POS UN 2013, Permendikbud UN 2013.

Senin, 08 Oktober 2012

GAMBAR TEKNIK

GAMBAR TEKNIK (Lanjutan)

Setelah mempelajari dan mempraktekkan gambar teknik (gambar proyeksi orthogonal) sistem Eropa terutama pada gambar 3 tampak yaitu tampak depan, tampak atas, dan tampak samping, maka selanjutnya perlu mempelajari gambar tampak potongan. Notasi yang digunakan adalah dengan menandai bagian yang dipotong dengan garis strip titik dan diujung atas/kiri ditandai dengan huruf kapital sedangkan diujung yang lain ditandai dengan huruf kapital aksen. Peletakaan huruf di samping kiri/kanan atau atas/bawah garis sumbu pemotongan (garis strip titik) menandakan arah mata memandang benda setelah benda dipotong sesuai garis strip titik. Berikut contoh penerapannya.

Contoh Gambar Tampak Potongan
...  

Minggu, 06 Mei 2012

Pengumpulan Ijazah SMP/MTs

Pengumuman
Assalamualaikum WR WB.

              Diberitahukan kepada siswa kelas XII dan kelas XI Akselerasi MAN Kota Kediri 3 tahun pelajaran 2012/2013 untuk persiapan penyusunan biodata calon peserta ujian Nasional tahun 2013, agar mengumpulkan

1. 3 (tiga) lembar fotocopy ijazah SMP/MTs (boleh tidak dilegalisir).
2. 2 (dua) lembar fotocopy SKHUN (boleh tidak dilegalisir).
3. Dipojok kanan atas tulis kelas dan nomor presensi terbaru, diurutkan sesuai nomor presensi  setiap kelas  menjadi 5 bendel (bendel 1 - 3 fotocopy ijazah, bendel 2 - 5 fotocopy SKHUN).
4. Dikumpulkan ke  staf kurikulum MAN Kota Kediri 3 (Nurhadi, S.Pd.) selambat-lambatnya hari Senin, 29 Oktober 2012.
5. Bagi siswa yang belum mengumpulkan biodata karena lembar biodatanya rusak/hilang dapat mendownload form biodata berikut Form Biodata Calon Peserta UN SMA 2013            
          Demikian pengumuman ini kepada siswa yang membaca pengumuman ini harap menyampaikan pada siswa lain yang belum mengetahui.

Wassalamualaikum WR WB

Staf Kurikulum MAN Kota Kediri 3,


ttd

Nurhadi, S.Pd.
NIP. 19690420 199601 1 001

Minggu, 12 Februari 2012

Kerajinan Tekstil Teknik Rajut dan Renda

Rajut dan Renda
                Rajut dan renda adalah sebagian dari teknik membuat kerajinan tekstil dari bahan benang atau tali. Selain rajut dan renda kerajinan tekstil berbahan benang dan tali ada beberapa teknik pembentukan antara lain : Makrame (anyam tali kur), Bordir (dengan mesin bordir), sulam (menggunakan pemidangan maupun tidak), tenun (dengan mesin tenun), kruistik (tusuk silang) dan sebagainya.
Perbedaan Knitting dan Corchet
                Banyak orang yang sering keliru membedakan antara ‘merajut’ (knitting) dan ‘merenda / menusuk’ (crochet). Hal ini tentunya tidak bisa dibiarkan jika Anda berencana untuk belajar merajut secara serius, karena istilah knitting dan crochet merujuk kepada dua jenis keterampilan dan karya yang tidak bisa dipertukarkan. Jika Anda melakukan knitting, tentu hasilnya akan berbeda dengan jika melakukan crotchet. Jadi, pahami benar perbedaan antar keduanya antara knitting dan crochet.
                Renda (dari bahasa Portugis: renda, knitting/Inggris) adalah kerawang (biku-biku) dibuat dari benang dirajut yang biasa dipasang di tepi baju, kain, bantal dan sebagainya mengunakan jarum berbentuk seperti paku panjang dari bahan kayu, plastik, maupun logam.
                Knitting menggunakan dua buah jarum, baik itu jarum lurus maupun jarum melengkung (yang memiliki kabel di tengahnya) dan disebut breien, sementara crochet hanya menggunakan sebuah jarum dengan ujung berbentuk melengkung yang disebut hakpen.
                Hasil dari knitting biasanya terasa lentur dan lebih lembut serta mudah dilipat, karena benang-benangnya lebih renggang lantaran Anda menggunakan dua buah jarum untuk melakukannya. Sebaliknya, hasil crochet terasa agak kasar dan kaku karena jarum yang digunakan hanya satu sehingga benang-benang yang dirangkai bersama terikat lebih banyak.
                Knitting biasanya berujung pada menghasilkan barang seperti baju rajut, sweater rajut, taplak, sarung tangan dan syal, namun crochet penggunaannya agak terbatas karena bentuknya yang masih kasar dan terasa kaku, walaupun crochet bermutu sebenarnya sama bagusnya dengan hasil knitting.
                Variasi knitting ada pada model rajutannya, dimana benang dimodifikasi dengan menggunakan jarum sehingga akan membentuk pola. Sebaliknya, crochet banyak menggunakan teknik yang disebut dengan teknik tusuk.
                Teknik knitting sejauh ini terhitung jauh lebih populer walaupun lebih rumit. Hal ini karena, selain hasilnya lebih halus, teknik knitting lebih memungkinkan Anda untuk menciptakan berbagai jenis barang dan berkreasi dengan lebih bebas. Akan tetapi, belakangan ini crochet mulai mendapat perhatian, terutama karena crochet bisa digabungkan dengan mulus ke barang rajutan (knitted goods), misalnya bunga crochet pada tas hasil knitting.
                Dalam perkembangannya muncul dua istilah yaitu amigurumi dan yubiami. Amigurumi  berasal dari dua kata yaitu ami yang artinya merenda atau merajut dan nuigurumi artinya boneka.  Jadi Amigurumi adalah boneka yang terbuat dari rajutan. Bisa juga disebut seni membuat boneka kecil yang diisi atau kita sebut stuffed doll yang berasal dari Jepang. Sedangkan Yubiami berasal dari bahasa Jepang, yaitu berasal dari kata yubi dan amu. Yubi berarti tangan dan amu berarti anyaman. Jadi, yubiami berarti seni merajut benang dengan jari tangan. Hanya dengan benang dan jari tangan, kita bisa menghasilkan berbagai kreasi rajut yang menawan. Misalnya syal, topi, slipper, dan boneka.

Berbagai Manfaat Merajut

Manfaat Psikologis Merajut

                Salah satu manfaat utama merajut yang sudah diakui adalah melepaskan stres dan menenangkan pikiran, hampir sama dengan meditasi. Hal itu karena merajut adalah aktifitas yang memerlukan konsentrasi tinggi, plus gerakan berulang-ulang dari gerakan menjalin dan menusukkan benang. Kombinasi ini kemudian menimbulkan rasa rileks dan membantu Anda mengurangi kemarahan, kecemasan dan stres.

                Selain itu, aktifitas
merajut yang ditekuni hingga seseorang mampu menciptakan sesuatu bukan hanya akan merangsang kreatifitas, namun juga memberikan rasa puas dan produktif yang akhirnya berujung pada kebahagiaan batin yang lebih besar (apalagi kalau Anda bisa menghadiahi orang lain dengan hasilnya, atau menjualnya).

Manfaat Medis Merajut

            Ternyata, manfaat merajut tak berhenti hingga ke manfaat psikologis. Baru-baru ini, disimpulkan bahwa merajut merupakan salah satu aktifitas yang baik untuk menurunkan resiko kepikunan (dementia) dan Alzheimer. Hal ini karena, dalam aktifitas merajut, otak Anda dipaksa untuk aktif terus sehingga tidak mudah terkena penyakit degeneratif seperti dementia.

Merajut juga memberikan efek yang baik bagi mata, yaitu mengurangi ketegangan yang diakibatkan oleh terlalu banyak menatap layar terutama layar perangkat seperti komputer atau laptop. Warna-warni benang yang lembut dan sederhana membuat mata terasa lebih ‘lega’ saat melihatnya dan memalingkan wajah sejenak dari komputer.

A.        Produk Rajutan
Dengan teknik rajut dan renda dapat dihasilkan benda-benda fungsional maupun benda hias. Topi, tas, sarung tangan, kaos kaki, sweeter, adalah sebagian contoh benda rajut yang memiliki kegunaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga juga dapat dijadikan pelengkap / assesories busana serta penghias ruangan.

B.        Bahan dan Alat
....
Selanjutnya download Kerajinan Tekstil Teknik Rajut dan Renda

Kerajinan Kayu Teknik Raut dan Ukir

A. Raut dan Ukir Kayu
Setiap usaha mengubah bentuk material kayu dengan mengurangi sebagiannya sehingga tercipta bentuk yang baru dapat disebut mengukir. Mengerok / mengerik kayu dengan batu, pisau, kapak, pahat dan sebagainya yang mengakibatkan berubahnya bentuk kayu adalah proses mengukir. Jadi mengukir bukanlah monopoli pekerjaan tukang ukir di Jepara atau Bali dengan pahat ukirnya yang khas.
Membahas kerajinan ukir kayu tak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Jepara di Jawa dan masyarakat Bali dengan tradisinya yang rumit.
LEGENDA
Dikisahkan seorang ahli seni pahat dan lukis bernama Prabangkara yang hidup pada masa Prabu Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, pada suatu ketika sang raja menyuruh Prabangkara untuk membuat lukisan permaisuri raja sebagai ungkapan rasa cinta beliau pada permaisurinya yang sangat cantik dan mempesona.
Lukisan permaisuri yang tanpa busana itu dapat diselesaikan oleh Prabangkara dengan sempurna dan tentu saja hal ini membuat Raja Brawijaya menjadi curiga karena pada bagian tubuh tertentu dan rahasia terdapat tanda alami/khusus yang terdapat pula pada lukisan serta tempatnya/posisi dan bentuknya persis. Dengan suatu tipu muslihat, Prabangkara dengan segala peralatannya dibuang dengan cara diikat pada sebuah layang-layang yang setelah sampai di angkasa diputus talinya.
Dalam keadaan melayang-layang inilah pahat Prabangkara jatuh di suatu desa yang dikenal dengan nama Belakang Gunung di dekat kota Jepara. Di desa kecil sebelah utara kota Jepara tersebut sampai sekarang memang banyak terdapat pengrajin ukir yang berkualitas tinggi. Namun asal mula adanya ukiran disini apakah memang betul disebabkan karena jatuhnya pahat Prabangkara, belum ada data sejarah yang mendukungnya.

SEJARAH
1. Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat, terdapat seorang patih bernama Sungging Badarduwung yang berasal dari Campa (Kamboja) ternyata seorang ahli memahat pula. Sampai kini hasil karya Patih tersebut masih bisa dilihat di komplek Masjid Kuno dan ....
Selanjutnya download Kerajinan Kayu Teknik Ukir dan Raut

Kerajinan Tekstil Teknik Sablon

Sablon
( Screen Printing )

A. Pengertian Sablon
Sablon yang dalam Bahasa Inggris adalah screen printing adalah salah satu teknik membuat gambar atau tulisan dengan mencetak dengan alat bukan mesin. Cetakan yang digunakan dapat terbuat dari bahan kertas, plastic, plat logam, maupun saringan cat. Dalam perkembangannya sablon yang paling popular adalah yang menggunakan alat berupa saringan, sehingga muncullah istilah cetak saring.
Cetak saring adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya barbahan dasar nylon atau sutra. Sebagian dari layar ini kemudian diberi pola yang salah satunya berasal dari negatif desain / klise yang dibuat sebelumnya. Kain ini direntangkan dengan kuat agar menghasilkan layar dan hasil cetakan yang datar. Setelah diberi fotoresis/ zat kimia peka cahaya dan disinari, akan terbentuk bagian-bagian saringan tidak tertutup dan tertutup yang bisa dilalui tinta dan tidak.
Proses eksekusinya adalah dengan menuangkan tinta di atas layar dan kemudian disapu menggunakan palet atau rakel yang terbuat dari karet. Satu layar digunakan untuk satu warna.

B. Desain dan Klise Sablon
Desain sablon dapat dibuat dikertas atau langsung digambar pada screen/saringan. Selain itu juga dapat didesain dengan sarana computer kemudian dicetak menggunakan printer jenis laser menggunakan kertas HVS tipis atau kertas kalkir. Atau bisa juga dicetak pada kertas agak tebal kemudian gambar dipotong-potong dan disusun kembali di atas permukaan screen.
Selanjutnya download Kerajinan Tekstil Teknik Sablon